12/29/2013

19 Penyebab Susah Hamil

Setelah membaca penyebab susah hamil Tetaplah untuk Doa, ikhtiar dan berusaha terus serta jangan menjadi pesimis adalah merupakan semangat para pasangan suami istri yang mendambakan kehadiran anak dalam keluarganya. Karena sesungguhnya Allah lah yang Maha Menentukan. Manusia hanya diwajibkan untuk berusaha.

Berikut dibawah ini kami informasikan Faktor Yang Bisa Menghambat Kehamilan seperti yang dikutip dari kesehatan.jadilah.com  , antara lain:

1. Menunda Kehamilan Terlalu Lama
Kebanyakan wanita menunda kehamilan demi mengejar karir. Padahal, ketika Anda mulai menginjak usia 30 - 40 tahun, akan sulit untuk hamil. Bahkan ketika wanita berumur 45 tahun, hampir tidak mungkin bisa hamil.

"Semakin tua usia wanita, jumlah produksi sel telurnya akan berkurang dan terjadi penurunan kualitas secara dramatis. Tubuh wanita tidak dirancang evolusioner untuk hamil dengan mudah seperti ketika wanita berada di usia 20-an tahun," kata Mousa Shamonki, MD, direktur spesialis kesuburan di University of California.

Jika Anda telah menemukan pasangan hidup dan berencana memiliki beberapa anak, sebaiknya jangan menunda kehamilan terlalu lama demi karir atau alasan lain.

2. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Human papillomavirus atau HPV, adalah infeksi menular seksual yang paling umum. Hal ini dapat mengakibatkan displasia serviks, pertumbuhan abnormal sel dan kanker jika tidak terdeteksi.

Prosedur penghapus sel-sel yang abnormal karena infeksi virus HPV kadang-kadang membuat sulit untuk hamil atau membawa bayi untuk istilah. Jika tidak segera diobati, sekitar 10% -15% wanita dengan penyakit klamidia akibat HPV akan menderita penyakit radang panggul (PID), yang dapat merusak tuba falopi dan jaringan dalam dan dekat uterus dan ovarium.

Sebanyak 93% wanita yang pernah mengalami masalah pada tuba falopi karena PID tidak dapat hamil sesudahnya.

3. Jumlah Sperma Sedikit
Kesuburan tidak tergantung pada wanita saja, tetapi juga pada sperma pria. Jumlah sperma yang rendah atau kurang dari 20 juta sperma per mililiter air mani sangat kurang untuk membuahi sel telur. Menurut Mayo Clinic, ejakulasi normal harus mengandung setidaknya 39 juta sperma.

Seorang wanita tetap bisa hamil meskipun jumlah sperma yang dikeluarkan oleh suaminya terlalu sedikit, tetapi akan membutuhkan waktu yang lama. Konsultasikan mengenai masalah rendahnya produksi sperma tersebut ke dokter.

4. Anda Terlalu Kurus
Hampir semua wanita mengidamkan tubuh yang langsing dan indah dengan cara berolahraga dan diet ketat. Orang yang terlalu ramping akan cenderung susah hamil.

"Kurangnya lemak bisa memperlambat produksi hormon-hormon yang diperlukan untuk ovulasi, termasuk hormon estrogen. Estrogen dan testosteron, yang merangsang produksi sperma berasal dari kolesterol. Jadi sedikit lemak bagus untuk wanita hamil," kata John Norian, M.D., dokter spesialis kesuburan di Loma Linda University’s Center for Fertility, California.

Mintalah dokter Anda untuk menentukan berat badan yang ideal untuk mengoptimalkan kesuburan.

5. Anda Terlalu Gemuk
Wanita yang mempunyai masalah kelebihan berat badan juga mungkin sulit untuk hamil. Hal ini karena sel-sel lemak terlalu banyak menyebabkan kelebihan produksi estrogen, sehingga ovulasi tidak teratur. Juga, obesitas dapat meningkatkan risiko keguguran. "Pada pria kelebihan berat badan, akan membuat gerak sperma lambat dan jumlah sperma mungkin turun karena testis menjadi terlalu hangat karena badan yang gemuk," kata Norian.

Cobalah untuk menurunkan berat badan sebelum mencoba untuk hamil.

6. Berolahraga terlalu Berat
Olahraga memang sangat baik untuk Anda, tetapi olahraga yang terlalu berat malah akan membuat Anda susah mendapatkan kehamilan.

"Wanita yang terlalu keras berolahraga akan kehilangan lemak tubuh yang membantu memproduksi estrogen, yang memacu ovulasi. Berolahraga cukup dilakukan 4-5 hari per minggu selama 30 menit untuk menjaga denyut jantung 120-130 denyut per menit," kata Norian.

Pria yang berolahraga terlalu banyak juga dapat menaikkan suhu internal dari testis yang menyebabkan sperma mati. Olahraga yang terlalu over juga dapat mempengaruhi bentuk sperma, faktor utama dari infertilitas.

7. Konsumsi Suplemen
Kadang-kadang kebiasaan yang baik, seperti mengonsumsi vitamin, ternyata berisiko terhadap kehamilan. Terlalu banyak vitamin A yang disimpan dalam tubuh dapat menyebabkan cacat lahir, kelainan hati dan gangguan lain.

Wanita 19 tahun dan lebih tua harus mengambil tidak lebih dari 5.000 IU per hari, yang setidaknya 50% berasal dari beta-karoten, biasanya jumlah dalam multivitamin. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi suplemen. Pastikan suplemen yang Anda konsumsi tidak menghambat beberapa hormon yang mengganggu kesuburan.

8. Pelumas
Hampir setiap pelumas dapat membahayakan sperma dan berisiko terhadap infertilitas. Periksa label pelumas untuk memastikan cairan tersebut tidak mengandung bahan spermisida. Jika Anda harus menggunakan pelumas, pilihlah pelumas dengan bahan berbasis air, bukan berbasis minyak bumi karena dapat memperlambat sperma.

Dikutip dari sumbernya health.kompas.com 

9. Sindrom Ovarium Polikistik  (PCOS)

PCOS merupakan kondisi yang menyebabkan kelebihan produksi hormon androgen dan merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada perempuan. Ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh PCOS menyebabkan masalah dengan ovulasi dan terganggunya siklus menstruasi. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan obesitas dan resistensi insulin.

10. Menopause dini

Menurut Mayo Clinic, menopause dini didefinisikan sebagai kekurangan atau hilangan menstruasi dan tanda awal habisnya folikel ovarium sebelum seorang wanita mencapai usia 40 tahun. Seorang perempuan dianggap menopause dini jika fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun. Penyakit kekebalan tertentu atau bahkan terapi radiasi dapat memicu menopause dini pada perempuan.

11. Kerusakan pada saluran telur (tuba)

Ketika saluran tuba meradang, hal ini mungkin disebabkan karena adanya penyumbatan atau jaringan parut, yang pada gilirannya, menyebabkan infertilitas. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual, terutama klamidia. Kasus-kasus lain yang dapat menyebabkan penyumbatan pada tuba  termasuk penyakit radang panggul, atau bekas operasi akibat kehamilan ektopik.

12. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini biasanya akan mempengaruhi indung telur, telur, saluran telur, rahim dan bahkan fungsi sperma. Dalam kasus endometriosis yang ringan, konsepsi masih mungkin terjadi karena tidak semua wanita akan mengalami infertilitas. Pada kasus ini, laparoskopi dapat digunakan untuk menghilangkan jaringan parut yang disebabkan oleh endometriosis untuk membantu pembuahan.

13. Ovarium jaringan parut

Faktor lain yang mempengaruhi ovulasi wanita adalah kerusakan fisik pada ovariumnya. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh pembedahan akibat kista ovarium. Operasi konstan yang luas atau invasif dapat menyebabkan kerusakan jaringan parut ke titik di mana folikel ovarium tidak dapat lagi dewasa, akibatnya proses ovulasi menjadi tidak lengkap.

14. Adhesi pelvis

Adhesi pelvis didefinisikan sebagai jaringan parut yang terbentuk setelah operasi panggul, usus buntu yang dapat mengganggu kesuburan. Adhesi pelvis dapat mengubah struktur saluran tuba, sehingga sulit untuk telur wanita melakukan perjalanan melalui saluran tersebut.

15. Masalah tiroid

Hipertiroidisme adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid terlalu aktif. Sedangkan tiroid hipotiroidisme, merupakan kondisi yang disebabkan oleh tiroid kurang aktif. Keduanya dapat menyebabkan masalah infertilitas pada wanita.

16. Pengobatan Kanker

Memiliki kanker dan menjalani radioterapi atau bentuk lain pengobatan kanker dapat mengganggu fungsi dari sistem reproduksi pria atau wanita. Penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan kesuburan seorang wanita salah penyebabnya adalah efek samping dari radiasi. Namun kondisi ini juga tergantung dari bagian tubuh yang di sinari. Perempuan yang menjalani terapi radiasi harus membicarakan dengan dokter mereka tentang efek pengobatan yang mungkin akan memengaruhi kesuburan mereka.

17. Obat-obatan tertentu dan lifestyle

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan infertilitas pada wanita. Tetapi dengan menghentikan konsumsi obat itu sepenuhnya, wanita masih mungkin untuk kembali menjadi subur seperti semula. Menggunakan obat-obatan, minum alkohol, merokok, makan tidak sehat dan kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, dan olahraga atletik berlebihan juga dapat menyebabkan infertilitas pada perempuan.


18. Usia

Usia juga dianggap sebagai faktor umum terkait infertilitas pada perempuan. Perempuan di atas 40 tahun memiliki jumlah sel telur lebih rendah dan cenderung kurang sehat. Kemungkinan keguguran juga lebih tinggi pada wanita yang usianya lebih tua.





19. Kemandulan pada wanita dikutip dari sumbernya berkatherbal.com  penyebabnya antara lain

a. Kemandulan dapat wanita mencakup masalah-masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan folikel, anovulasi (ketidakmampuan ovulasi), ovulasi ireguler. Fertilitas optimal pada wanita berada pada usia sekitar 30 tahun dan mulai menurun tajam terutama yang berhubungan dengan anovulasi dan ovulasi ireguler.

b. Kelainan struktural, infeksi vagina/uterus, atau mukus serviks terjadi karena sumbatan tuba fallopii akibat infeksi atau kelainan uterus yang menghambat implantasi.

c. Wanita hiperimun terhadap janin atau gagal membentuk toleransi pada janin. Respon imun dapat menghancurkan mudgah.

Baca juga Pengetahuan lainnya Panduan lengkap Cara Cepat Hamil





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.